Motivasi Dan Atau Minder?

go-dry-erase-boards-encouraging-words-motivation-instructions-word-board-surrounded-encouragement-like-dream-learn-35557418

Merhaba!

Nasılsın? 🙂

Sudah berapa lama blog ini terbengkalai? Hahaha… Entahlah. Jelasnya, untuk saat ini saya belum bisa melanjutkan beberapa tulisan, seperti FanFiction atau cerita lainnya. Sibuk? Ya, bisa dibilang seperti itu. Sibuk dalam belajar, tentunya. Kabar lainnya adalah setiap hari Sabtu dan Minggu akan selalu diisi dengan kegiatan Bimbel. Belum lagi pasal tugas-tugas kelompok yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Lelah? Jangan tanya lagi. 

Satu hal yang selalu kutekankan dan kuulangi dalam hati. “Semua susah-payah yang kau tanam hari ini, akan kau tuai di hari yang akan datang.” Begitu perkataan orang-orang disekitar saya. Tapi menurut saya, kalimat tersebut ada benarnya. Karena every struggle has its sweet consequences 🙂 Masih berpikir, bagaimana bisa selama ini mengeluh akan hal-hal yang bahkan tidak perlu untuk dikeluhkan? Manusiawi memang. Nyatanya, jika terlalu sering mengeluh, akan membuat seseorang enggan untuk melangkah maju.

Beberapa hari yang lalu, saya dihujani dengan berbagai pertanyaan dan pernyataan yang menyangkut masalah perkuliahan, seperti:
1) “Nanti mau kuliah di mana?”
2) “Mau ambil jurusan apa?”
3) “Kalau bisa, cari yang supaya mudah dapat kerja.”
4) “Yang penting PTN-nya atau Jurusannya?”
5) “Ambil jurusan yang ‘tahu diri’ ajalah.” DLL.

Jujur saja. Sampai saat saya duduk di bangku kelas XI, masalah perkuliahan belum terlintas di pikiran saya. Seperti tidak punya tujuan hidup, Ya? Hahaha. Bukan seperti itu. Saya pikir, saat kelas XII nanti adalah saatnya benar-benar fokus untuk mencapai tujuan kuliah. Tapi, berhubung pertanyaan itu sudah ada sejak saya masih kelas XI, jadilah saya ikut memikirkan jawabannya.

Berikut adalah jawaban saya kali pertamanya:
1) “Universitas Padjadjaran, maunya.” (ini jawaban untuk tante saya).
2) “Sastra Rusia, ah.” (ini jawaban untuk teman saya dan saat itu juga gelak tawa ikut mengiringi -___-).
3) “Akuntansi? Mau aja, sih. But, it’s not my passion.” -___-
4) “PTN dan jurusan, menurutku both of them are equally important.”
5) “Tahu diri? maksudnya?”

Jawaban di atas masih asal-asalan tanpa landasan apa pun. Coba cermati lagi. Ada yang aneh ‘kah dari pertanyaan, pernyataan dan jawabannya? Saya yang menulis postingan ini pun masih tak habis-habisnya tertawa. Kenapa? lihat pada pertanyaan ke-5. Jurusan yang ‘tahu diri’? maksudnya tidak muluk-muluk, gitu? Hahaha… Menurutku, semua jurusan perkuliahan itu bagus dan baik. Tergantung bagaimana kita menjalaninya dari awal. Klise? Tapi, memang begitu faktanya. Dan lagi, apa yang salah dari Sastra Rusia? kenapa sampai begitu tertawanya saat mendengar jurusan yang satu ini? Ya, ini masih menjadi sebuah misteri (?)

Belakangan ini, saya kerap mencari informasi tentang ‘DUNIA PERKULIAHAN’. Mulai dari PTN dengan akreditasi terbaik pada tiap jurusannya sampai mereka,para mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikannya di universitas dan jurusan tertentu. Setelah berjam-jam menghadapi layar laptop, akhirnya saya tertarik dengan salah satu jurusan yang satu ini. ‘HUBUNGAN INTERNASIONAL’. Salah satu jurusan dengan peminat terbanyak. Bisa dibayangkan seberapa nge-hitznya jurusan ini. Hahaha…. Dari yang saya baca mengenai pengalaman mereka yang melanjutkan studi di jurusan ini, menurut saya, mereka adalah orang-orang hebat. Bagaimana bisa tembus di jurusan yang bergengsi seperti HI? Kereeeeennnnnnn…..

Lantas, ada dua kemungkinan di dalam pikiran saya. Motivasi atau Minder? Mereka yang sudah membagi pengalamannya lewat tulisan-tulisan di blog atau semacamnya cukup membuat saya termotivasi. Rasanya ingin sekali mengikuti jejak kesuksesan mereka. Tapi, di sisi lain. Ada perasaan minder yang menyerang tiba-tiba. “Gue bisa apa? astaga, mereka cerdas, pintar, nilainya tinggi banget pas SMA. Gue? Apa? otak bebal macam ini mana ada jurusan yang siap menerima mahasiswa macam ini.” Hahaha….

Kesimpulan akhirnya adalah antara Motivasi dan Rasa Minder itu sendiri. Harus memilih salah satu? Tentu saya memilih Motivasi. Selain motivasi, juga harus didukung dengan tindakan. Ya, bagaimana caramu bertindak agar apa yang dicita-citakan tercapai. Bagaimana caramu mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta yang akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Dimana pun Universitasnya. Apa pun jurusannya. Yang terpenting adalah diri kita sendiri.

Gracias, untuk yang sudah menyempatkan diri mampir dan membaca tulisan ini 🙂 Saya masih perlu sekali info-info tentang perkuliahan. Jika ada saran, boleh meninggalkannya lewat kolom komentar di bawah atau via twitter/facebook 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s