A.W.A.K.E.N (Prolog)

A.W.A.K.E.N (Synopsis)

“Aku memohon kepada Tuhan agar kau selalu dalam lindungan-Nya, bahkan di setiap langkahmu, Sayang.” Mrs. Laverty memeluk Vela untuk kesekian kalinya. Tahun ini adalah tahun pertama Vela melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi dan itu yang membuat Vela terpaksa tinggal jauh dari keluarganya.

“Terima kasih, Mam. Aku pasti akan merindukanmu setiap harinya.” Suara yang keluar darinya terdengar sedikit bergetar. Tidak. Vela tidak boleh menangis, karena ini adalah saat yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di universitas impiannya dengan beasiswa yang telah diberikan, seharusnya membuat Vela merasa bangga.

Marigold University adalah perguruan tinggi yang Ia impikan sejak masih kecil. Vela berjanji akan memberikan yang terbaik, setelah lulus dari Marigold University. Keputusannya ini membuat Ia harus tinggal jauh dari keluarga. Memang sulit. Namun, itu semua adalah konsekuensinya. Seperti kebanyakan anak gadis di luar sana, saat akan berpisah dengan orang tuanya, mereka pasti akan menangis semalaman. Membayangkan bagaimana jika ada orang jahat yang berniat untuk menyakitinya atau paling tidak cara untuk memasak sup jika musim dingin tiba. Itu semua terjadi pada Vela. Sudah hampir sebulan ini, Vela mengikuti kursus masak dadakan bersama Mrs. Laverty. Walaupun tidak semua resep masakan bisa dikuasainya. Tapi, paling tidak Vela bisa memasak air hangat untuk sekedar meminumnya saat musim dingin tiba.

Okay, kurasa kau harus segera beristirahat. Masuklah. Teman-teman barumu pasti sudah menunggu di dalam.”

“Rasanya aku tidak bisa meninggalkanmu, Mam.” Vela mengentakkan kakinya beberapa kali, layaknya anak kecil yang tidak mendapat lollipop.

You can—You can do it!” Mrs. Laverty tersenyum. Ia menepuk pundak anak bungsunya itu dan berharap bahwa perkataannya tadi membuat Vela semakin kuat. “Kau akan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, Sayang. Kau harus kuat. Kau harus mulai terbiasa dengan semua ini. Mam yakin, teman-temanmu nanti pasti akan sangat baik padamu.” Lanjutnya.

“Bagaimana jika tidak?” tanya Vela, getir.

Mrs. Laverty masih tersenyum saat melihat perubahan ekspresi pada wajah Vela. “Maksudku, aku tidak mengenal mereka. Bagaimana bisa? Kau tahu maksudku, ‘kan?” Vela menjelaskan maksud dari pertanyaan sebelumnya.

“Rumah yang disewakan untuk mahasiswa Marigold University ini cukup besar, ‘kan? Di dalamnya pasti banyak sekali gadis cantik seperti dirimu. Kau harus berkenalan. Beradaptasilah. Everything will be alright.”

Vela mengangguk, tanda Ia memahami semuanya. Ia tersenyum, kemudian bersiap membawa koper dan barang-barang lainnya masuk ke dalam rumah.

“Biarkan Mam memelukmu sebentar.” Mendengar permintaan ibunya itu, Vela langsung terbenam dalam pelukan Mrs. Laverty. Hangat dan nyaman. Ini akan menjadi hal yang paling dirindukannya. Vela melepaskan pelukannya perlahan, kemudian menatap tepat di kedua mata ibunya.

“Aku akan kembali saat liburan akhir semester.”

“Masih cukup lama, ‘kan?” Keduanya cekikikan. Sejurus kemudian, Mrs. Laverty mengecup kening Vela sebelum Ia memasuki halaman rumah.

“Baiklah. See you soon, Mam.” Vela mengambil langkah pertamanya seraya melambaikan tangan. Sementara itu, Mrs. Laverty masih berdiri dan memerhatikan Vela dari belakang. Memastikan bahwa putrinya itu benar-benar sudah masuk ke dalam rumah.

Aku, Vela Cazhara Laverty. Hari ini adalah hari pertamaku menjalani kehidupan yang sesungguhnya, Vela membatin.

A/n: Hello, Guys~
How is it going? Maafkan Author-nya, ya. Karena kelamaan post next part-nya 😦 Biasalah, masalah kuota (Masalah klasiknya anak sekolahan :p) Untungnya, sekarang sudah beli pulsa dan punya kuota Hehehe… Gimana? Prolognya? Hmm, belum berasa, ya? .__. Iya, sih. Soalnya, Mas Trace belum muncul di Part ini. Mungkin di part selanjutnya si Mas Trace itu bakalan muncul Hahaha… Sumpah, bingung banget mau bikin Author’s Note apaan lagi, ya -__- Yaudahlah. Keep Waiting for the next part deh, ya, pokoknya^_^

(I’m gonna post Prologue english version ASAP. If I don’t have any obstacles)

¡Hasta luego!

Advertisements

One thought on “A.W.A.K.E.N (Prolog)

  1. Pingback: MORE FANFICTIONS | Pink Macaroon Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s